Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi 16 Juli 2025: Ini Daftar Lengkapnya!

liputannews; Jakarta, 16 Juli 2025 – PT Pertamina (Persero) secara resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh Indonesia mulai hari ini, Rabu (16/7/2025). Kebijakan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku terkait tren harga minyak mentah dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS.


Langkah ini diumumkan melalui situs resmi MyPertamina dan berlaku secara nasional, kecuali di wilayah yang memiliki kebijakan harga berbeda karena subsidi atau faktor transportasi.


Apa Saja BBM yang Naik Harganya?


Berikut adalah rincian harga BBM non-subsidi terbaru per 16 Juli 2025 untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:


Jenis BBM Harga Sebelumnya Harga Sekarang Selisih Kenaikan


Dexlite Rp 12.740/liter Rp 13.320/liter Rp +580

Pertamina Dex Rp 13.200/liter Rp 13.650/liter Rp +450

Pertamax Turbo Rp 14.400/liter Belum ada perubahan

Pertamax Green 95 Rp 13.900/liter Masih sama


Catatan: Harga dapat berbeda di setiap provinsi tergantung pada biaya distribusi dan pajak daerah (PBBKB).


🧾 BBM Subsidi Tidak Naik

Pihak Pertamina juga memastikan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi untuk aktivitas harian dan transportasi umum.


Jenis BBM Subsidi Harga per Liter


Pertalite Rp 10.000

Solar/Bio Solar Rp 6.800


🔍 Alasan Kenaikan Harga BBM


Menurut pernyataan resmi dari Pertamina, penyesuaian harga dilakukan mengacu pada:


Harga MOPS (Mean of Platts Singapore), yang menjadi acuan harga minyak di Asia Tenggara.


Kurs Rupiah terhadap Dolar AS.


Faktor distribusi dan logistik di berbagai wilayah Indonesia.

Hal ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM No. 62 Tahun 2021 tentang Formula Harga BBM, yang mengatur penyesuaian harga berkala BBM nonsubsidi.

🔄 Dampak terhadap Masyarakat dan Industri

Kenaikan harga BBM non-subsidi diperkirakan akan memberikan dampak lanjutan, seperti:

Naiknya biaya transportasi pribadi dan logistik.

Potensi kenaikan harga barang konsumsi, terutama yang menggunakan pengiriman jarak jauh.

Mendorong sebagian masyarakat untuk beralih ke BBM subsidi atau kendaraan listrik sebagai alternatif.

Kesimpulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi per 16 Juli 2025 merupakan bagian dari mekanisme penyesuaian yang rutin dilakukan Pertamina. Meski menambah beban sebagian konsumen, pemerintah memastikan BBM subsidi tetap terjaga harganya demi melindungi daya beli masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama